Penanggulangan Tingkat Kenakalan Remaja Dengan Bimbingan Agama Islam

Suparman Mannuhung

Abstract


Fenomena sosial yang kerap terjadi dan mengganggu ketertiban di tengah-tengah masyarakat diantaranya adalah kenakalan remaja termasuk perilaku menyimpang yang berujung dengan tindakan kriminal. Kenakalan remaja sering dianggap sebagai sumber masalah karena dapat merusak dan membahayakan kondisi sistem sosial. Dewasa ini kasus kriminalitas dikalangan remaja cukup memprihatinkan. Adapun metode pendekatan yang dilakukan dalam pelatihan tersebut adalah metode ceramah dan tanya jawab atau diskusi antara peserta pelatihan dengan narasumber serta metode dakwah akan dilakukan beberapa masjid di Kota Palopo. Tujuan umum kegiatan ini, yaitu: pertama, pengembangan dan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan para remaja sehingga memiliki kemampuan untuk mengkaji, merumuskan dan memiliki rasa keperdulian untuk memecahkan persoalan masyarakat berdasarkan sudut pandang Islam. Kedua, terintegrasikan peran perguruan tinggi, pemerintah dan masyarakat dalam upaya menjaga kedamaian ketentraman dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kerukunan hidup bersama. Langkah-langkah kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan yaitu tahapan persiapan, penyelenggaraan pelatihan, aplikasi/ praktek, dan evaluasi kegiatan. Adapun saran untuk kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dengan merunitaskan kegiatan pengabdian ini yang berdampak pada perbaikan kehidupan masyarakat yang religius dan dapat meminimalisir kenakalan remaja

Keywords


Kenakalan Remaja, Perilaku Menyimpang, dan Agama Islam

Full Text:

PDF

References


BAPPEDA (Kota Palopo) dan BPS (Kota Palopo). Palopo Dalam Angka 2014. Palopo: BAPPEDA Kota Palopo, 2014. Hadis, A. Nurhayati. 2008. Psikologi dalam Pendidikan. Bandung: Penerbit Alfabeta. Herlina, H., & Kosasih, A. (2016). Penanggulangan kenakalan remaja di SMP Daarut Tauhid Boarding School. SOSIETAS, 6(2).

Lestari, Alia dan Muhammad Hajarul Aswad. Pemetaan Tindak Kriminalitas Di Kota Palopo Tahun 2015. PALITA: Journal of Social-Religi Research. April 2016, Vol.1, No.1, hal. 29-44

Kartono, Kartini. Kenakalan Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafida, 2007

Kementerian Agama Republik Indonesia, 2013. Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: KARI.

Koran Palopo post, 31 Agustus 2016. www.Palopopos.fajar.co.id/2016/08/31/Korban-Narkoba-Ada-yang-Berumur-7-Tahun/. Di akses 27 Januari 2017

Koran Palopo post, 3 Januari 2017.www.Palopopos.fajar.co.id/2017/01/03/Kapolres-prihatin-pergaulan-bebas-remaja/. Di akses 27 Januari 2017 Mannuhung, S., & Tenrigau, A. M. (2018). Manajemen Pengelolaan Masjid Dan Remaja Masjid Di Kota Palopo. To Maega| Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1). Putra, Andi Riswandi Buana. "Peran Guru Bimbingan Konseling Mengatasi Kenakalan Remaja di Sekolah." Pedagogik: Jurnal Pendidikan 10.1 (2015): 32-39. Sukardi, A. (2018). Metode Dakwah dalam Mengatasi Problematika Remaja. Al-MUNZIR, 9(1), 13-28. Unayah, N., & Sabarisman, M. (2016). Fenomena kenakalan remaja dan kriminalitas. Sosio informa, 1(2).

Yusuf, S. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Bandung: PT. Rosdakarya, 2008.




DOI: http://dx.doi.org/10.35914/tomaega.v2i1.234

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Published by:

LPPM Universitas Andi Djemma

P-ISSN: 2622-6332

E-ISSN: 2622-6340

Email: tomaega.unanda@gmail.com/ CP: 082188150380


TERINDEKS BY:


Crossref logo

 Creative Commons License
JEMMA is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.